Seminar Internet Sehat dan Undang – Undang Informasi danTransaksi Eletronik

Pada Selasa, 6 November 2018, SMP Kristen Penabur Harapan Indah mengadakan acara yang bertajuk Seminar Internet Sehat dan Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Bertempat di Gedung Serbaguna (GSG), Seminar tersebut ditujukan bagi seluruh siswa dan siswi SMP Kristen Penabur Harapan Indah kelas VII dan VIII.

Kominfo sebagai salah satu Kementrian Republik Indonesia yang bertanggung jawab untuk membangun dan menjaga komunitas serta ekosistem internet yang sehat, diberikan kesempatan untuk mengisi acara pada kali ini sebagai narasumber. Seminar ini dibawakan oleh Bapak Aris Kurniawan, sebagai Kepala Divisi Literasi  Digital.

Divisi tersebut bertujuan membangun kerangka literasi digital Indonesia, melalui proteksi, hak – hak, dan pemberdayaan melalui berbagai kegiatan dan aktivitas.

Adapun materi yang dibahas dalam seminar tersebut meliputi perkenalan mengenai infografis dan statistik pengguna internet di Indonesia, dan bagaimana internet digunakan saat ini. Kemudian ditunjukkan pula, potensi nilai – nilai positif  yang dapat diwujudkan melalui media internet, dan fakta yang terjadi di lapangan saat ini.

Dengan adanya potensi yang positif, maka ada pula resiko negatif  yang dapat muncul karenanya, seperti kecanduan konten negatif, cyberbully, pelanggaran privasi, predator seksual, dan radikalisme. Narasumber turut menjabarkan penyebabnya, di antaranya diakibatkan oleh kebebasan era digital, dan meminta peran orangtua, sekolah serta masyarakat dalam meminimalisir dampak tersebut.

Dalam sesi tersebut, pembicara mengingatkan agar kita berhati – hati dalam meninggalkan jejak digital. Adapun poin – poin utama yang ditekankan dalam topik tersebut pertama, pahami aturan dan hukum terkait internet. Bahwa terdapat hukum dan undang – undang yang berlaku dalam mengatur fungsi dalam berinternet.

Kedua, pahami batas usia pengguna media sosial. Siswa – siswi diharapkan menggunakan media sosial sesuai dengan batas usia yang disarankan oleh media sosial terkait.

Ketiga, saring sebelum sharing.Dalam poin ini ditekankan agar para siswa dan siswi tidak mudah terpancing emosi ketika menerima suatu pesan atau berita dan mampu mencari tahu informasi secara lebih lengkap terlebih dahulu.

Pembicara juga menyampaikan 7 jenis Mis dan Dis informasi yang dapat terjadi, serta kiat agar tetap aman di dunia maya. Pertama, menghindari posting data yang bersifat sangat pribadi, mengingat dan menyimpan password dengan aman, selalu log out / log off dari media sosial, waspada jika berkomunikasi dengan orang yang baru dikenal, dan yang terakhir mematuhi batas umur yang ditentukan.

Seminar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama setengah jam, peserta yang memberikan pertanyaan diberikan buku oleh pembicara. Siswa siswi memberikan pertanyaan dengan antusias, baik oleh siswa kelas 7 maupun kelas 8. Acara dilanjutkan dengan doa penutup dan foto bersama Kepala Sekolah. Diharapkan seminar yang diadakan mampu menjawab tujuan dalam memberikan kesadaran bagi siswa – siswi agar bijak dan bertanggung jawab dalam berinternet dan menggunakan media sosial.

By. Angga Aditiya,S.Sn.