Seminar UU ITE

Pada Jumat, 10 November 2017, SMPK Penabur Harapan Indah mengadakan acara yang bertajuk Seminar Internet Sehat dan Undang – Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Bertempat di gedung Serbaguna (GSG), Seminar tersebut ditujukan bagi seluruh siswa dan siswi SMPK Penabur Harapan Indah kelas VII, VIII, dan IX.

ICT Watch sebagai sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bertujuan untuk membangun dan menjaga komunitas serta ekosistem internet yang sehat, diberikan kesempatan untuk mengisi acara pada kali ini sebagai narasumber. Seminar ini dibawakan oleh Bapak Erick Gafar, sebagai anggota dan aktivis LSM tersebut.

Lembaga ini dibangun dengan prinsip utama membangun kerangka literasi digital Indonesia, melalui proteksi, hak – hak, dan pemberdayaan melalui website internetsehat.id.

Adapun materi yang dibahas dalam seminar tersebut meliputi perkenalan mengenai infografis dan statistik pengguna internet di Indonesia, dan bagaimana internet digunakan saat ini. Kemudian ditunjukkan pula, potensi nilai – nilai positif yang dapat diwujudkan melalui media internet, dan fakta yang terjadi di lapangan saat ini.

Dengan adanya potensi yang positif, maka ada pula resiko negatif yang dapat muncul karenanya, seperti kecanduan konten negatif, cyberbully, pelanggaran privasi, predator seksual, dan radikalisme. Narasumber turut menjabarkan penyebabnya, di antaranya diakibatkan oleh kebebasan era digital, dan meminta peran orangtua, sekolah serta masyarakat dalam meminimalisir dampak tersebut.

Dalam sesi tersebut, pembicara mengenalkan 5 (lima) prinsip cerdas dalam berinternet. Yang pertama adalah Keep Playing or Stop. Yaitu menghitung dan memperkirakan durasi dan jangka waktu yang aman dalam menggunakan gawai.

Yang kedua adalah Click or Close, yaitu kesadaran bagi para siswa siswi untuk hanya membuka konten yang sesuai dengan rekomendasi dan batasan usia yang dianjurkan oleh badan sensor dan rating yang bertanggung jawab.

Yang ketiga dan keempat adalah Think Before Posting serta Saring Before Posting, yaitu kesadaran bagi para siswa siswi untuk berikir dua kali, dan melakukan verifikasi data sebelum memposting konten di sosial media, maupun membagikan pesan tertentu via internet, karena semua yang dilakukan akan meninggalkan jejak digital.

Dan yang terakhir adalah Wise While Online, yaitu belajar mengendalikan diri dan menahan diri dalam bereaksi di dunia maya. Pembicara menutup acara dengan mengingatkan siswa dan siswi bahwa internet seharusnya menjadi wadah yang menyenangkan dalam belajar, membangun persahabatan dan secara efisien meningkatkan produktivitas.

Melalui sesi seminar ini, diharapkan siswa dan siswi SMPK Penabur Harapan Indah dapat memahami contoh yang kurang baik dalam penggunaan internet, memahami pula konsekuensi dan akibat yang dapat ditimbulkan, dan pada akhirnya dapat menggunakan internet secara bijaksana.

By. Angga Aditya