BINA IMAN GURU DAN KARYAWAN SMPK PENABUR JAKARTA

BINA IMAN GURU DAN KARYAWAN SMPK PENABUR JAKARTA

Penguasaan diri. Itulah tema dari Bina Iman Guru dan Karyawan SMPK PENABUR Jakarta. Program dua tahunan ini dilaksanakan pada hari Senin-Rabu, 20-22 Maret 2017 dalam dua gelombang di Grand Zuri dan satu gelombang di Tanjung Duren. Peserta gelombang 1 adalah SMPK 1 PENABUR, SMPK 3 PENABUR, SMPK 5 PENABUR, SMPK 7 PENABUR, SMPK PENABUR Harapan Indah, SMPK PENABUR Summarecon  Bekasi, SMPK PENABUR Kota Jababeka dan SMPK PENABUR Kota Wisata. Peserta gelombang 2 adalah SMPK 2 PENABUR, SMPK 4 PENABUR, SMPK 6 PENABUR, SMPK PENABUR Bintaro Jaya, SMPK PENABUR Gading Serpong dan SMPK PENABUR Kota Modern. SMPK PENABUR Harapan Indah dipercaya sebagai panitia untuk gelombang 1, sedangkan SMPK PENABUR Gading Serpong dipercaya sebagai panitia gelombang 2.

Bina iman guru dan karyawan yang dilaksanakan di Tanjung Duren pada hari Rabu, 22 Maret 2017 dikhususkan bagi para guru dan karyawan yang menjalankan tugas sebagai proktor dalam simulasi UNBK serta bagi para ibu-ibu yang sedang hamil dan menyusui. Senin, 20 Maret 2017 bina iman guru dan karyawan gelombang 1 dibuka dengan ibadah pembuka oleh Pendeta Peter Abednego dari GKI Sumbawa. Hari pertama dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama dengan topik “Aku Cerminan Buah Roh”  dan sesi kedua dengan topik “Be Positive,Think and Words”. Kedua sesi ini dibawakan oleh Pendeta Peter Abednego dan Pendeta Rinto Tampubolon secara bersamaan di dua aula.

Hari kedua Selasa, 21 Maret 2017 diawali dengan senam pagi yang dipimpin oleh Bapak Bina Tarigan dari SMPK 5 PENABUR. Di hari kedua dilanjutkan dengan sesi Dedication Service dan ibadah penutup. Dalam Dedication Service ini peserta bina iman diajak untuk berdoa melalui teknik. Yang pertama berdoa dengan menggunakan media beras (story prayer), peserta diajak untuk mengingat perjalanan hidup yang sudah dilewatinya. Caranya sangat sederhana, yaitu peserta diminta menghitung butiran beras satu persatu. Ketika dalam proses perhitungan peserta merasa lelah maka peserta diminta untuk berhenti sejenak dan menuliskan kisah hidup mereka ketika merasakan kehancuran, keletihan, keterpurukan dan hal lain lain yang membuat mereka merasakan titik jenuh dalam perjalanan kehidupan. Teknik yang kedua dengan menggunakan media amplop (doa sahabat), yaitu dengan cara berpasangan. Setiap pasangan akan diberi 5 amplop dan didalam amplop tersebut berisis pertanyaan-pertanyaan reflektif yang akan didiskusikan. Peserta diajak untuk melihat kembali melihat panggilan hidup mereka sebagai seorang guru ataupun karyawan.

Kegiatan bina iman ini diakhiri dengan ibadah penutup yang dipimpin oleh Pendeta Rinto Tampubolon. Dalam kesempatan ini Bapak Adri Lazuardi selaku Ketua yayasan BPK PENABUR Jakarta menyampaikan pengarahan. Beliau berharap setelah acara ini bapak Ibu guru dan karyawan dapat menjadi pembaharuan diri yang akan dibawa pulang ke sekolah masing-masing untuk membagikan kasih, karena kita adalah role model bagi peserta didik dalam proses pembentukan karakter mereka. Kegiatan Ini ditutup dengan foto bersama lalu kembali ke Jakarta.